Perusahaan ini memulai sejarahnya pada masa pendudukan Belanda di Indonesia, tepatnya pada tahun 1809, dengan nama Landsdrukkerij. Sebagaimana di negara lain, tujuan dari pendirian perusahaan ini adalah untuk mencetak dokumen resmi negara, seperti berita negara dan lembaran negara .
Pada tahun 2500 B.C., orang Mesir mengukir hieroglyphics pada batu. Akan tetapi, percetakan yang kita ketahui sekarang tidak ditemukan hingga lebih dari sekitar 500 tahun yang lalu. Orang China membuat banyak penemuan. Mereka menemukan kertas pada abad pertama dan moveable type yang terbuat dari tanah liat sekitar abad ke-11.
Industri percetakan di wilayah Nusantara berkembang sejalan dengan penerbitan surat kabar dan buku yang diperkirakan berkembang sejak abad ke-17, ketika mesin cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. Karena tidak ada operatornya, mesin itu menganggur sampai berpuluh-puluh tahun.
Sejarah Percetakan di Indonesia - Hadirnya percetakan di Indonesia berawal dari kedatangan Belanda (tiba tahun 1596) yang erat hubungannya dengan VOC. Pada Tahun 1624, misionaris Gereja Protestan Belanda memerkenalkan percetakan di Hindia Belanda dengan membeli sebuah mesin cetak dari Belanda untuk menerbitkan literatur Kristen dalam bahasa
Risalah ringkas ini membahas beberapa aspek perkembangan usaha percetakan dan penerbitan pada masa VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) di Hindia Timur - sebutan untuk Indonesia pada
Satu di antara toko percetakan yang mendapatkan lonjakan orderan menjelang pemilu 2024 adalah MJ Printing yang berlokasi di Jalan Mesjid Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Adi, penanggung jawab MJ
Sepanjang sejarah percetakan dan penerbitan di Indonesia, tercatat tiga buah percetakan yang memakai huruf Arab-Melayu (Jawi), yaitu pertama Percetakan Bouvernemant di Batavia (Jakarta), kedua percetakan huruf pegon di Surakarta (Solo) pada abad ke-19 dan percetakan Al Yunusiah di Padang Panjang pada tahun 1920-an.
LombokPost--Epson telah berkarya selama lebih dari dua puluh tahun di Indonesia.Selama itu, perusahaan ini telah memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap perkembangan perangkat teknologi percetakan di Indonesia, utamanya dalam memproduksi produk printer, scanner, proyektor dan tinta.. Di saat yang bersamaan, perusahaan ini juga turut membangun negeri, tidak hanya dari kemajuan teknologi
Dunia percetakan terus berkembang, hingga pemerintah VOC di Indonesia mendirikan Komisi Bacaan Rakyat yang bertujuan memperbaiki mutu novel yang beredar. Pada tahun 1917, komisi tersebut berganti nama menjadi Balai Poestaka dan sukses menerbitkan banyak karya emas dari sastrawan jenius tanah air.
Percetakan Kemas Muhammad Azhari merupakan resultan dari trajektori perjalanan ibadah haji dan misi dakwah Kristen yang melintasi Selat Malaka sebagai jalur pelayaran di mana Singapura menjadi
eIUK4Du.