Dosakecil yang kita lakukan tidak pernah terasa.Mungkin bagaikan angin yang berlalu. Tetapi sesungguhnya ini menjadi titik awal hilangnya cahaya Allah dari diri kita.Apalagi kalau kita meremehkan dosa kecil tersebut, maka dosa tersebut akan menjadi besar di sisi Allahâazza wajalla.
Kitatelah tahu dari firman-Nya sendiri bahwa Allah pasti menjawab doa setiap orang percaya. Namun, sering kali diri kitalah yang menyebabkan janji-Nya tidak bisa menjadi kenyataan. Kita sendiri merasa tidak yakin apakah Dia benar-benar sanggup mengabulkan doa kita. Inilah sebabnya mengapa doa kita seakan-akan tidak pernah didengar dan dijawab
KetikaRamadhan Akan Meninggalkan Kita (Ilustrasi freepik.com) Ketika Ramadhan Akan Meninggalkan Kita ditulis oleh Ustadz Ardan Zakaria, PCIM Arab Saudi.. PWMU.CO â Jika engkau ingin tahu nilaimu dalam ujian madrasah Ramadhan ini, lihatlah dirimu saat akhir-akhir malam terakhir di bulan Ramadan ini. Saat orang orang telah sampai pada kepuasaan
Allahtidak pernah meninggalkan kita. Charging Iman. October 3 at 5:13 AM · ·
Discovershort videos related to allah tidak pernah meninggalkan on TikTok. Watch popular content from the following creators: đ(@nadil_dil), H A W A(@istiqomahhijrah72), IG : Motivasi_untukmu2(@rahmanfauzi24), Deri(@sadboypoeple__), đᔀâââ_âđŻđŻá”ąđŹá”ąââ(@yus88_official), Dan_Story5(@dan_story5), Kopi pahit(@mariaeva____), ezaa(@rzafzriyhya), sukavanilla
MeninggalkanSesuatu Karena Allah. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc November 20, 2014. 9 97,855 4 minutes read. Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia akan ganti dengan yang lebih baik. Siapa yang meninggalkan budaya dan tradisi syirik, maka Allah akan menggantikannya dengan beribadah pada Allah semata.
Dalamtangan Tuhan kita dijamin selamat. Dalam keadaan apa pun Ia tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita sesuai Firman-Nya dalam Ibrani 13:5b. Itulah wujud perbuatan baik Tuhan untuk kita yang terus dikerjakan-Nya sampai sekarang. Sehingga benarlah yang tertulis dalam Roma 8:12-13, bahwa kita adalah orang-orang yang berhutang. Hutang apa?
Temukandi bawah ayat-ayat Alkitab terbaik bagi Anda untuk tidak pernah menyerah pada impian Anda: Ibrani 11: 6 - Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
IniIahOrang-Orang Yang ShoIat SeIama 60 Tahun Tidak Pernah Di Terima Satu Pun OIeh Allah SWT bukannya malah menganggap remeh dan meninggalkan sholat, Naudzubillahmin dzaalik.. semoga kita selalu menjadi hamba yang taat dan menjadikan sholat sebagai landasan utama dalam kehidupan. marilah kita senantiasa memperbaiki amalan shalat kita
6Dosa yang Tidak Diampuni Allah SWT yang Harus Kita Hindari. Setiap manusia tentunya tidak luput dari dosa dan Allah maha pengampun pasti memaafkan dosa hambanya. Namun ternyata ada 6 dosa yang tidak diampuni Allah SWT. Naudzubillahimindzalik, semoga kita bisa terhindar dari jenis dosa ini. Lalu, apa sajakah jenis dosa yang tidak diampuni oleh
UtZ3nF. 1 Raja-Raja 191-4 âKetika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang, maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia âBeginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.â Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian dia ingin mati, katanya âcukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambilah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangkuâ. Banyak orang berkata bahwa bangsa kita adalah bangsa yang suka pelupa, ketika ada masalah yang besar, sementara dalam masapenyelidikan tiba-tiba muncul lagi masalah yang lain sehingga pemimpin segera lupa dengan masalah yang sebelumnya dan mulai terfokus lagi kepada masalah yang jika kita belajar dalam Alkitab, jujur kepada diri kita sendiri sering sekali kita juga mengalami hal yang seperti itu, mengalami penyakit lupa khususnya dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Sama seperti Elia dia lupa dengan pengalaman besar yang telah dia alami sebelumnya bersama dengan Tuhan, jika kita pelajari pasal-pasal sebelumnya bagaimana Elia mengalami pertolongan Tuhan dengan luar biasa, bagaimana dengan Elia gagah perkasa berdiri di depan seluruh umat Israel, dia menantang Bani-bani baal untuk menurunkan api dari langit yang membuktikan bahwa Tuhan yang disembah dan yang dilayani adalah Allah yang hidup, dengan membuktikan Tuhan menurunkan api dari langit dan terbukti bahwa Tuhan yang disembah oleh Elia itulah Tuhan yang benar. Sehingga lewat peristiwa itu semua bangsa Israel menjadi percaya kepada Allah. Ada beberapa pengalaman-pengalaman yang luar biasa yang dialami oleh Elia bersama dengan Tuhan yaitu; Elia berdoa kepada Tuhan agar hujan selama tiga setengah tahun tidak turun, Elia berdoa lagi kepada Tuhan agar hujan turun dari langit dan berdoa agar api turun dari langit doa Elia didengar oleh Tuhan. Tetapi Alkitab katakana hanya beberapa saat kemudian Elia lupa dengan pengalaman rohani yang luar biasa yang telah dia alami dengan Izebel mendengar berita itu maka ia menjadi marah dan memerintahkan kepada pesuruhnya dengan mengeluarkan ancaman bagi Elia, jika besok waktu yang seperti ini engkau tidak seperti nabi-nabi baal yang engkau sembelih itu maka kiranya para dewa menghukum Izebel. Artinya Izebel bersumpah dia akan membunuh Elia melakukan perkara yang sama seperti yang dilakukan Elia kepada nabi-nabi baal. Mereka yang melayani di bawah pimpinan Izebel, ayat 3. Elia pergi bangkit menyelamatkan nyawanya, Elia yang gagah berani dapat berdiri di depan raja Ahab dan semua bangsa Israel di atas gunung ternyata menjadi takut dengan ancaman seorang wanita, sesunggunya Izebel tidak datang didepan Elia untuk mengancam atau berhadapan muka denga Elia, ayat 4. Berapa banyak juga dari kita orang-orang yang percaya pernah mengalami pengalaman seperti Elia, bersaksi menyampaikan pertolongan Tuhan yang ajaib dan luar biasa, tetapi beberapa hari kemudian ketika ada masalah yang besar mulai berkata lebih baik mati dari pada alami yang seperti ini. Kita harus belajar dalam hidup ini untuk tidak terlalu hanyut, jika kita alami kemenangan yang luar biasa dari Tuhan. Keluaran 16, dikatakan ketika orang Israel dipadang gurun baru melewati laut kolsom alami pengalaman yang luar biasa sehingga membuat mereka bernyanyi dan bersorak-sorak bagi Tuhan yang disertai dengan tarian. Tetapi Alkitab berkata sehari sesudahnya setelah alami kemenangan yang luar biasa itu. Beberapa hari kemudian mereka mulai mengeluh kepada Tuhan, karena tidak ada makanan, tidak ada air untuk diminum. ketika kita mulai ada di lembah kita mulai menjadi takut dan kuatir melihat kegelapan, melihat persoalan yang kita hadapi samapai kita lupa kepada kuasa Tuhan yang baru saja menolong kita. Sehingga kita mulai berkata sama seperti Elia, cukup Tuhan saya tidak mampu lagi untuk menhadapi persoalan ini, persoalan ini terlalu besar bagi saya, mati saja lebih baik dari pada sengsara mulai meminta jalan pintas kepada Tuhan. Kita harus belajar dari segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita karena semuanya mendatangkan kebaikan, Roma 8 28. Jika kita alami persoalan, pencobaan atau masalah ada beberapa hal yang ingin kita lihat bersama dari surat 1 Korintus 1013 âPencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan menberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnyaâ. Ada beberapa kebenaran yang dapat kita lihat yaitu;Fakta pertama, tidak ada yang namanya pencobaan yang luar biasa, Alkitab katakan seberat apapun atau sebesar apapun pencobaan yang kita alami itu adalah pencobaan-pencobaan yang biasa yang tidak luar biasa. Yang luar biasa dalam hidup kita itu adalah Allah. Hanya sering kali kita putar fakta, kita katakan pencobaan yang luar biasa dan Allah menjadi yang biasa, sehingga kita melihat masalah itu menjadi hal yang tak dapat kita selesaikan. Fakta Kedua, yang tidak melebihi kekuatan manusia, pencobaan itu paling tinggi atau setaraf dan setingkat dengan kekuatan kita tidak pernah lebih, kalaupun Allah berikan lebih dari kekuatan kita yakinlah bahwa Allah akan menambahkan kekuatan kita sehingga kita diatas masalah itu, jika kita berkata pencobaan kita luar biasa, jika kita berkata bahwa masalah kita itu tidak dapat kita tangani lagi jika kita ungkapkan itu dari mulut kita terucap dua hal ini itu artinya secara tidak langsung kita sedang berkata bahawa Tuhan engkau pembohong, secara tidak langsung kita berkata bahwa Tuhan itu pendusta, sebab Tuhan berkata pencobaan yang kita alami adalah biasa, dan tidak melampaui kekuatan Paulus juga pernah alami pengalaman yang dialami oleh Elia, 2 Korintus 11 24-27 âLima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung ditengah laut. Dalam perjalananku aku sering kali diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaatâ. Tetapi semua yang dialami Paulus itu dikatakan hanyalah pencobaan-pencobaan yang biasa yang tidak melebihi kekuatanya. Fakta Ketiga, sebab Allah setia dan kesetiaan Allah itu cukup bagi kita. Dia ada di gunung dan di lembah artinya ketika kita dalam kesuksesan dia ada, ketika kita dalam persoalan dia juga ada, sebab Dia adalah Allah yang setiaIbrani 415, âSebab Imam besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosaâ. Imam besar yang kita punya itu bukanlah imam besar yang tidak turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, jadi kelemahan-kelemahan yang kita rasakan itu juga Tuhan rasakan. Kesulitan-kesulitan yang kita rasakan Tuhan bukan saja bersimpati dalam keadaan kita, tetapi Dia juga berempati, Roma 831. Fakta keempat, pada waktu kita dicobai Ia akan memberikan jalan keluar, Rasul Paulus ungkapkan pengalamanya yang sepertinya mirip dengan apa yang Elia alami, 2 Korintus 48-12. Allah yang setia itu akan memberikan kekuatan kepada kita supaya kita dapat menanggung segala persoalan dan Elia kembali dipulihkan Tuhan, ayat 15. ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada Elia lewat kemampuan-kemampuan yang dimiliki olehnya. Sering kita tidak mengerti dan memahami dan kita tidak dapat menyelami jalan-jalan Tuhan, tetapi biarlah kita belajar dari firman Allah bahwa Dia Allah yang setia yang tidak pernah meninggalkan kehidupan kita yang percaya dan mengasihi-NYA. AMIN.
Pertanyaan Jawaban Sederhananya, tidak, Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan orang percaya sejati. Ini diungkapkan dalam banyak bagian yang berbeda dalam Perjanjian Baru. Misalnya, Roma 8 9 memberi tahu kita, â... jika ada orang yang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus." Ayat ini dengan sangat jelas menyatakan bahwa jika seseorang tidak memiliki kehadiran Roh Kudus yang tinggal di dalam dirinya, maka orang itu tidak diselamatkan. Karena itu, jika Roh Kudus meninggalkan orang percaya, orang itu akan kehilangan hubungan yang menyelamatkan dengan Kristus. Namun ini bertentangan dengan apa yang Alkitab ajarkan tentang keamanan kekal orang Kristen. Ayat lain yang berbicara tentang keabadian dari kehadiran Roh Kudus yang menetap di dalam kehidupan orang-orang percaya adalah Yohanes 1416. Di sini Yesus menyatakan bahwa Bapa akan memberikan Penolong lain "untuk menyertai kamu selamanya." Fakta bahwa Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan orang percaya juga terlihat dalam Efesus 1 13-14 di mana orang percaya dikatakan "dimeteraikan" dengan Roh Kudus, "yang adalah jaminan jaminan warisan kita sampai penebusan mereka yang ada Milik Allah â untuk memuji kemuliaan-Nya. âGambar dimeteraikan dengan Roh adalah milik dan milik. Allah telah menjanjikan hidup yang kekal kepada semua orang yang percaya kepada Kristus, dan sebagai jaminan bahwa Ia akan menepati janji-Nya, Ia telah mengirim Roh Kudus untuk berdiam di dalam orang percaya sampai hari penebusan. Mirip dengan membuat uang muka pada mobil atau rumah, Allah telah menyediakan semua orang percaya dengan uang muka pada hubungan masa depan mereka dengan-Nya dengan mengirimkan Roh Kudus untuk tinggal di dalam mereka. Fakta bahwa semua orang percaya dimeteraikan dengan Roh juga terlihat dalam 2 Korintus 122 dan Efesus 430. Sebelum kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus ke surga, Roh Kudus memiliki hubungan "datang dan pergi" dengan orang-orang. Roh Kudus mendiami Raja Saul, tetapi kemudian pergi darinya 1 Samuel 1614. Sebaliknya, Roh turun ke atas Daud 1 Samuel 1613. Setelah perzinahannya dengan Batsyeba, Daud takut bahwa Roh Kudus akan diambil darinya Mazmur 5111. Roh Kudus memenuhi Bezalel untuk memungkinkannya menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan untuk tabernakel Keluaran 31 2-5, tetapi ini tidak digambarkan sebagai hubungan yang permanen. Semua ini berubah setelah kenaikan Yesus ke surga. Dimulai pada hari Pentakosta, Roh Kudus mulai tinggal secara permanen di antara orang-orang percaya Kisah Para Rasul 2. Berdiamnya Roh Kudus secara permanen adalah penggenapan janji Allah untuk selalu bersama kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Sementara Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan orang percaya, adalah mungkin bagi dosa kita untuk âmemadamkan Roh Kudusâ 1 Tesalonika 519 atau âmendukakan Roh Kudusâ Efesus 430. Dosa selalu memiliki konsekuensi dalam hubungan kita dengan Tuhan. Sementara hubungan kita dengan Allah aman di dalam Kristus, dosa yang tidak diakui dalam hidup kita dapat menghalangi persekutuan kita dengan Allah dan secara efektif memadamkan kerja Roh Kudus dalam hidup kita. Itulah sebabnya sangat penting untuk mengakui dosa-dosa kita karena Allah âsetia dan adil dan akan mengampuni dosa-dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatanâ 1 Yohanes 1 9. Jadi, sementara Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita, manfaat dan sukacita dari kehadiran-Nya sebenarnya dapat menyimpang dari kita. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Akankah Roh Kudus meninggalkan orang percaya?
ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN KITA Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA VI [TAHUN C], 13 Februari 2022 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata, âBerbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang punya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di surga; karena demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.â Luk 617,20-26 Bacaan Pertama Yer 1755-8; Mazmur Tanggapan 11-4,6; Bacaan Kedua 1 Kor 1512,16-20 âBerbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.â Luk 621 Pada tanggal 11 September 2001 World Trade Center di New York dihancurkan oleh teroris dengan menggunakan pesawat terbang, juga Pentagon di Washington, diserang oleh sebuah pesawat terbang, dan sebuah pesawat lagi jatuh di Pennsylvania bagian barat. Inilah peristiwa yang kita kenang sebagai peristiwa 9-11. Bagi kita yang menyaksikan peristiwa itu lewat TV, kita melihat bagaimana kebencian yang merusak dan kejahatan luarbiasa diperagakan, namun kita melihat juga bagaimana para anggota pemadam kebakaran kota New York, polisi dll. bekerja keras untuk menyelamatkan para korban tanpa hitung-hitung untung-rugi â suatu peragaan iman dan keberanian. Seorang imam Fransiskan â P. Mychal Judge, OFM terlahir Robert Emmet Judge â yang menjadi pendamping rohani para anggota pemadam kebakaran kota New York juga menjadi korban. [Catatan Pada tanggal 27 Juli 2002 Pater Mychal Judge, OFM diangkat menjadi seorang Santo oleh the Orthodox-Catholic Church of America dan dikenal sebagai Saint Mychal the Martyr Peristiwa teror atas nama Allah Yang Mahabaik dan Mahapenyayang dan menggemparkan dunia ini kemudian disusul dengan aksi-aksi terorisme lainnya. Aksi teror yang satu disusul oleh aksi teror lainnya di berbagai penjuru dunia. Nama-nama kelompok teroris seperti Taliban, Al-Qaeda, Boko-Haram, Al-Shaabab, ISIS dan banyak lainnya telah menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa teror dalam berbagai bentuk dan magnitudo-nya dan dampaknya. Peristiwa-peristiwa teror ini telah menimbulkan kegoncangan di banyak tempat di dunia, teristimewa di Timur Tengah yang sebenarnya tempat lahir dari Sang Juruselamat Dunia. Di berbagai tempat di Timur Tengah inilah Gereja perdana lahir dan kemudian menyebar sesuai amanat Yesus Kristus. Di tempat-tempat yang dikuasai ISIS misalnya, umat Kristiani dan umat lainnya yang dianggap lawan kelompoknya sungguh mengalami penganiayaan yang serius. Banyak dari mereka dihukum mati dengan pemenggalan kepala dlsb. Ironinya adalah bahwa ada sejumlah algojo yang berasal dari Indonesia, sebuah negeri yang senantiasa menyatakan diri sangat cinta damai. Namun di berbagai tempat di mana terjadi aksi teror tersebut, para relawan Kristiani biasanya tidak pernah/jarang absen melakukan karya karitatif ingat peristiwa penculikan ratusan perempuan muda oleh Boko-Haram di Nigeria Tentu banyak rupa-rupa pelajaran yang dapat kita ambil atas peristiwa 9-11 dan berbagai peristiwa teror tersebut. Apapun pelajaran itu, satu hal yang pasti Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Kasih-Nya senantiasa mempunyai kuat-kuasa untuk mengusir rasa takut kita. Kasih-Nya selalu mampu untuk membebaskan kita untuk mengampuni dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Tidak ada seorang pun dari kita yang dapat melarikan diri dari rasa sakit hati, penderitaan, atau sakit-penyakit. Namun dalam âSabda-sabda Bahagiaâ, Yesus menawarkan suatu cara kebahagiaan yang mentransenden rasa sedih yang bagaimana pun, yang mungkin kita alami. Para murid Yesus telah memilih untuk meninggalkan segala sesuatu untuk dapat mengikuti-Nya. Tentu saja kadang-kadang mereka merasa rindu pada rumah mereka, kenyamanan yang mereka nikmati sebelumnya. Tentu ada saat-saat di mana mereka menderita karena dihina dan diancam oleh orang-orang yang membenci mereka dan Guru mereka. Namun Yesus berjanji bahwa pengalaman ikut ambil bagian dalam kehidupan Allah jauh lebih nikmat daripada penderitaan yang mereka tanggung karena menjadi pengikut Yesus. Ini adalah salah satu paradoks terbesar dari Kristianitas. Dengan mati, kita menemukan kehidupan; dengan memberi, kita menerima; dengan mengampuni, kita diampuni. Yesus berjanji bahwa kita sungguh dapat menemukan kebahagiaan di tengah-tengah kemiskinan, kelaparan, kesedihan â bahkan terorisme sekalipun. Bagaimana? Dengan memperkenankan diri kita dikosongkan dari segala hal yang menentang Allah, sehingga diri kita dapat dipenuhi secara berlimpah dengan hidup ilahi. Allah ingin memberi kita damai-sejahtera yang melampaui pemahaman kita, suatu rasa aman berada dalam diri-Nya yang memampukan kita untuk mengampuni dan mengasihi walaupun kita diserang, gereja tempat ibadat kita dirusak atau dibakar. Ia berjanji bahwa semua orang yang telah meninggalkan hidup lama mereka seperti yang dilakukan oleh para murid Yesus, akan dipenuhi dengan pengharapan yang teguh. Mereka akan mengenal dan mengalami sukacita surgawi, bahkan ketika masih hidup di dunia ini. Sukacita itu akan jauh lebih nikmat daripada setiap musibah dan pencobaan yang kita akan pernah alami. DOA Tuhan Yesus Kristus, Engkau adalah pengharapanku. Penuhilah hatiku dan hati setiap orang dengan damai-sejahtera dan sukacita. Terpujilah nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin. Catatan Untuk mendalami bacaan Injil hari ini Luk 617,20-26, bacalah tulisan dengan judul âUCAPAN BAHAGIA DAN PERINGATAN DARI YESUSâ bacaan tanggal 13-9-22 dalam situs/blog PAX ET BONUM kategori 22-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2022. Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-9-19 dalam situs/blog PAX ET BONUM Cilandak, 12 Februari 2022 Sdr. Indrapradja, OFS